Dakwah tidak hanya tugas ustadz

Dakwah, mungkin yang terlintas di pikiran kita tentang kata ini adalah seseeorang yang mempunyai ilmu agama atau dipanggil ustaz memberikan ucapan serta mengajarkan kepada masyarakat yang berkenaan dengan Islam.

Bentuk gambaran yang seperti ini serta sempitnya dimensi dakwah seperti yang digambarkan, membuat dakwah seolah-olah hanya dimiliki oleh golongan yang mempunyai ilmu agama semata-mata. Pemuka agama atau ustaz adalah yang selalu dibebankan dengan permasalahan dakwah dan penyebaran dakwah ini. Hakikatnya, dakwah sebenarnya merupakan tugas yang bukan saja ustaz(Pemuka agama) tetapi juga merupakan tanggungjawab umat Islam.

Dalam Al-Quran, terdapat banyak sekali nas yang menyentuh persoalan dakwah serta tanggungjawab umat Islam dalam menyebarkannya.

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar; merekalah orang-orang yang beruntung” (Ali-Imran: 104)

Dalam ayat ini, dapat dipahami satu perintah Allah supaya umat Islam membentuk diri mereka dan menjadi umat atau ke

lompok manusia yang sentiasa menyeru kepada kebaikan yaitu Islam, menyuruh melakukan yang makruf dan mencegah kemungkaran.Inilah tiga unsur dan elemen penting terkandung dalam dakwah yang sebenarnya.

Dakwah yang oleh seorang Muslim bukan saja satu usaha untuk menyampaikan risalah Islam kepada ummat, bahkan merupakan satu terjemahan yang jelas terhadap ketinggian keimanan seseorang itu kepada Allah.

Sabda Nabi s.a.w “Barang siapa di antara kamu yang melihat kemungkaran maka ubahlah ia dengan tangannya (kuasa yang ada pada seseorang) jika dia tidak mampu maka ubahlah ia dengan lidahmu, jika dia tidak mampu maka gunakanlah hatinya (dalam membenci dan tidak meredai berlakunya kemungkaran itu) dan yang demikian itu adalah selemah-lemah iman” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Hadis diatas mengungkapkan persoalan tentang langkah-langkah yang patut diambil seorang muslim itu dalam usahanya mencegah kemungkaran. Tetapi dibalik itu yang mendasar adalah diungkapkan persoalan Iman yang mempunyai konotasi yang rapat dengan dakwah.Kemampuan seseorang dalam mencegah kemungkaran – salah satu dari unsur penting dalam dakwah – diukur bersama dengan tahap keimanannya kepada Allah s.w.t.

Seiring berjalan waktu, keadaan umat dilihat tidak menampakkan kemajuan dari segi agama.Budaya hedonisme yang sudah tidak dapat terkendali, seolah-olah tidak memikirkan sebuah kehidupan akhirat setelah di dunia.Gaya hidup manusia yang mengangungkan materialistik dan bertuhankan hawa nafsu semata-mata telah membuat manusia jauh dari prinsip ketauhidan kepada Tuhan yang satu. Dan yang paling membuat rusaknya akidah umat yang membawa kepada kemurtadan yang merupakan bahaya yang paling besar terhadap agama.

Apakah yang telah terjadi kepada umat ini?

Kunci kepada segala permasalahan ini adalah kegagalan semua lapisan umat untuk menghayati ajaran Islam yang sebenarnya.Kegagalan institusi agama dalam melaksanakan tugasnya serta menyampaikan ajaran Islam yang tulen, kegagalan keluarga dalam mendidik anak-anak dengan acuan Islam. Kegagalan institusi masyarakat dalam membimbing masyarakat berpandukan ajaran Islam serta pihak-pihak yang berwajib menyediakan keadaan yang menumbuhkan rasa keimanan dan ketakwaan kepada Allah.

Maka dari itu, setiap entiti masyarakat perlu bangkit dari hal ini. Menyusun usaha dalam menghayati dan melaksanakan tugas dakwah berdasarkan dimensi kemampuan masing-masing.

“Telah dilaknat orang-orang kafir dari bani Israil di atas lidah Daud dan Isa bin Maryam yang disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan mungkar yang mereka perbuat, sesungguhnya amat buruk apa yang selalu mereka perbuat.” (Al-Maidah: 78-79)

Ayat Allah ini menjadi satu semangat untuk mengingatkan kita akan pentingnya dakwah dan agar kita sentiasa berada di bawah rahmat Allah dan kita terhindar dari laknat Allah. Amiin.

Dipetik daripada:Bahagian Dakwah Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (Jakim)

About these ads

2 Responses to Dakwah tidak hanya tugas ustadz

  1. ummiathiyah says:

    bener itu jeng,,gag hanya ustad aja yang berdakwah,,,kita juga wajib berdakwah,,,cayo!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: